![]() |
| Ada berbagai macam penyebab kucing muntah diantaranya karena racun, menelan benda asing, hairball dan penyebab lainnya |
Baca
juga : Cara mengatasi kucing mencret, penyebabnya
Gejala muntah pada
kucing dapat terlihat dengan jelas, termasuk mengeluarkan air liur dan perut
kucing naik turun. Kucing muntah atau sakit dapat juga menyebabkan kucing kesayangan
Anda dehidrasi, sehingga segera menghubungi dokter hewan. Nah, apa saja yang
menyebabkan kucing muntah?
Berikut penyebab kucing muntah
Penyebab kucing muntah
akut atau kronis dapat saja sama penyebabnya. Pada umumnya racun bukan sebagai
penyebab kucing muntah kronis kecuali kucing tersebut terpapar racun secara
langsung. Begitu juga dengan kucing yang menelan benda asing, ini juga bukan
menjadi penyebab kucing muntah kronis, meskipun benda asing tersebut masih
berada di perut kucing tersebut.
Baca
juga : Daftar makanan kucing terbaik, berkualitas, tips memilih
Perlu Anda ketahui bahwa muntah merupakan suatu gejala pada kucing yang penyebabnya sangat beragam dan hampir semua penyakit kucing dapat menyebabkan muntah.
Namun demikian,
secara umum penyebab kucing muntah dapat dibedakan dalam beberapa macam :
·
Racun: Bunga bakung.
·
Obat-obatan: Kemoterapi,
antibiotik, antiradang.
·
Diet: Intoleransi diet
terhadap sesuatu dalam makanan, perubahan diet mendadak, makan benda asing.
·
Lambung: Ada benda asing,
maag, radang lambung.
·
Usus: Ada benda asing,
radang akut, penyakit radang usus, kanker, atau sembelit.
·
Disfungsi organ: Penyakit hati,
penyakit ginjal, pankreatitis.
·
Endokrin: Hipertiroidisme,
peningkatan kalsium, diabetes ketoasidosis.
· Neurologis: Penyakit vestibular
(dapat dikaitkan dengan penyakit telinga bagian dalam), ensefalitis (radang
selaput otak), kanker.
·
Menular: Peritonitis menular
pada kucing, panleukopenia kucing, cacing jantung.
· Kanker: Bisa jadi penyebab
langsung, seperti kanker usus, atau penyebab tidak langsung, seperti tumor sel
mast di kulit.
Oleh sebab itu, jika
kucing Anda mengalami muntah tetapi kucing tetap melanjutkan aktivitas rutin,
tetap makan dan tampak sehat maka Anda tidak perlu kuatir dengan kucing Anda
tersebut. Namun dalam beberapa kasus, jika kucing Anda muntah terlalu sering
atau muntah berlebihan maka bisa saja terjadi akibat kondisi yang serius.
Warna muntah kucing
dan isinya dapat menentukan penyebab kucing muntah. Contohnya, apabila muntah
kucing berwarna kuning dan berbusa maka biasanya disebabkan karena hairball.
Jika muntah kucing berwarna kuning dan disertai dengan tubuh lesu, kehilangan
nafsu makan, nafsu makan meningkat atau perilaku tidak normal maka Anda harus
segera mencari pertolongan medis untuk memeriksa kucing kesayangan Anda
tersebut.
Namun ada juga kucing
yang memuntahkan makanan yang tidak bisa dicerna, dan kadang kala hewan
peliharaan Anda makan terlalu cepat setelah itu mengeluarkan seluruh
makanannya. Kondisi demikian, dinamakan regurgitasi dan ini akan terjadi pada banyak
kucing sehingga hal ini biasanya bukan merupakan masalah yang mengkhawatirkan.
Untuk mengatasi hal ini, maka Anda hanya perlu memberikan makan dengan porsi
yang lebih sedikit tetapi lebih sering supaya untuk meyakinkan kucing kesayangan
Anda tidak makan tergesa gesa.
Tetapi pada kasus
yang jarang terjadi bahwa parasit internal dapat menyebabkan muntah. Dalam
kasus ini, dokter hewan perlu melakukan pemeriksaan darah untuk menhgilangkan
parasit pada kucing tersebut. Jika kucing muntah dan Anda tidak mengetahui
penyebabnya maka Anda bisa menanyakan ke dokter hewan untuk mendapatkan cara penanganannya.
Makanan atau obat khusus yang diresepkan oleh dokter hewan dapat membantu
meringankan masalah kesehatan atau alergi yang menyebabkan kucing muntah.
Pastikan kucing kesayangan Anda menemui dokter secara teratur untuk mendiskusikan kekuatiran Anda terhadap kucing kesayangan Anda tersebut. Yang perlu diperhatikan, jangan biarkan kucing kesayangan Anda memakan kembali muntahan yang dikeluarkannya. Apabila tidak yakin apa yang menyebabkan kucing muntah maka Anda dapat mengambil sampel muntahan tersebut kepada dokter hewan untuk dapat diuji klinis.

0 komentar